Tags

,

Jika kau melihat padang bunga di seberang sana, tengoklah sebentar ke atas daun Lily. Di sana ada seorang peri, Peri Bunga namanya. Wajahnya cantik berseri, dan rambutnya panjang terurai berhias mahkota dari ilalang. Kedua sayap yang menempel di tubuh semampainya sangatlah sempurna, berwarna kuning keemasan..

            Dahulu katanya Peri Bunga adalah anak dari Raja Daun dan Ratu Mahkota. Tetapi karena sebuah kesalahan, Raja mengusir Peri Bunga dari Kerajaan Flowery dan tinggalah kini Peri Bunga di Padang Lily. Sebuah padang bunga Lily yang amat indah, berada di ujung selatan bumi. Kecantikan dan kebaikan hati Sang Peri telah memikat penduduk desa. Setiap hari mereka bekerja sama menebar benih, menyiram bunga dan sesekali Peri Bunga membantu mereka yang telah dilanda kesulitan.

*

            Di sebuah gubuk kecil sebelah utara desa, seorang Ibu sedang menangis sedih. Sang Anak sedang terbaring sakit. Berbagai cara sudah Sang Ibu lakukan, tetapi semua sia-sia. Suatu hari ada seorang kakek mengunjungi Sang Ibu. Beliau menceritakan tentang peri Bunga. Kemudian beliau mengucapkan satu kalimat yang kini masih diingat Sang Ibu. “Cepat temui Peri Bunga di Padang Lily. Kemudian mintalah ramuan bunga Lily padanya.”

            Setelah itu keberadaan Sang Kakek tidak pernah diketahui keberadaannya. Sang Ibu kemudian pergi menemui Peri Bunga di Padang Lily. Untuk mencapai padang bunga, Sang Ibu butuh waktu setengah hari dengan berjalan kaki. Ketika matahari sudah setinggi tiang, Sang Ibu sampai di Padang Lily. Belum pernah ia melihat padang bunga seindah Padang Lily. Kemudian ia mencari-cari sosok Peri Bunga, berharap segera menemukannya.

            Dari kejauhan, ia melihat sepasang sayap keemasan terkena sinar matahari. Tak salah lagi, itu Peri Bunga. Dengan suka cita Sang Ibu berlari menghampirinya. Ketika sosok tersebut menampakkan wajahnya, Sang Ibu terbelalak menyaksikan sosok paling cantik yang pernah ia temui seumur hidup. Peri Bunga tersenyum menyambut Sang Ibu. Membuat Sang Ibu semakin tersihir oleh pesonanya.

            “Apakah… kau… Peri Bunga?” tanya Sang Ibu terbata-bata.

            Lagi-lagi Peri Bunga tersenyum. “Ya, aku Peri Bunga. Ada yang bisa ku bantu, Bu?”

            “Kau.. kau.. cantik sekali..” Sang Ibu tidak menjawab pertanyaan Peri Bunga.

            “Terimakasih, katakan apa yang terjadi sehingga Ibu menemui saya?”

            “Anakku sakit, kemarin ada seorang Kakek misterius yang singgah ke rumahku. Beliau menyuruhku meminta ramuan bunga Lily kepadamu, Peri.”

            Peri Bunga dengan sigap membuatkan ramuan bunga Lily. Kemudian ia menyerahkan ramuan tersebut kepada Sang Ibu.

            “Ini ramuan bunga Lily, Bu. Semoga anak Ibu lekas sembuh,” ucap Peri Bunga sopan.

            Sang Ibu membungkuk memberi hormat, “Terimakasih Peri Bunga, semoga kebaikanmu dibalas Tuhan.”

            Peri Bunga mengisyaratkan Sang Ibu agar segera bangun, kemudian Sang Ibu pulang ke gubuknya dengan bahagia. Membawa secercah harapan untuk kesembuhan anak tercintanya.

*

            Keesokan harinya, Sang Anak kembali sehat setelah meminum ramuan bunga Lily. Dan semakin hari berita tentang Peri Bunga pun semakin menyebar di seluruh desa. Tidak hanya di penjuru desa, berita tentang kehebatan Peri Bunga pun terdengar menembus ke Kerajaan Flowery.

            Sang Ratu menjadi sedih, ia sangat rindu dengan putri kesayangannya. Ia berharap Peri Bunga kembali ke Kerajaan Flowery. Tetapi, Sang Raja tidak ingin Peri Bunga kembali. Ia ingin memberi Peri Bunga pelajaran. Hal tersebut juga disetujui oleh Peri Akar, kakak Sang Peri Bunga.

            Sebenarnya, penyebab diusirnya Peri Bunga adalah Sang Peri Akar. Ia iri dengan kecantikan dan kebaikan hati Peri Bunga yang selalu mendapatkan simpati dari semua penduduk Flowery. Rasa bencinya semakin menjadi ketika Pangeran Hujan dari negeri Awan yang dijodohkan dengannya justru jatuh hati dengan peri Bunga. Pada suatu malam Peri Akar memanggil peri bunga menuju kebun istana. Kemudian ia membiarkan Peri Bunga terjebak di dalamnya hingga pagi. Raja yang tidak tahu duduk persoalannya sangat murka kepada Peri Bunga. Beliau mengira Peri Bunga keluar di malam hari tanpa seizinnya. Tanpa pernah mendengar pembelaan Peri Bunga, Raja kemudian mengusirnya keluar dari Kerajaan Flowery.

*

            Mendengar berita tentang Peri Bunga di bumi, Peri Akar menjadi iri. Suatu malam ia menyelinap pergi ke bumi, ke gubuk kecil di utara desa. Peri Akar pun melaksanakan aksinya. Ia mengubah ramuan bunga Lily dengan racun mematikan. Berharap ketika Sang Anak meminumnya keesokan hari, ia akan mati dan Peri Bunga lah yang akan disalahkan.

            Keesokan harinya, Sang Ibu memberikan anaknya ramuan bunga Lily. Sang Anak meminumnya, beberapa detik kemudian, Sang Anak jatuh tak sadarkan diri. Sang Anak telah menghadap Tuhan, diiringi dengan tangisan menyayat hati dari Sang Ibu. Semua orang yang mengetahui hal itu berbalik membenci Peri Bunga. Mereka bergegas berangkat ke Padang Lily, meminta pertanggung jawaban sang Peri. Peri Akar yang menyaksikan dari langit tersenyum bahagia.

*

           Sayup-sayup Peri Bunga mendengar suara penduduk yang kian lama kian jelas mendekat ke arah Padang Lily. Alangkah terkejutnya Sang Peri mendapati seluruh penduduk berteriak menyerukan namanya. Kemudian dengan hati-hati ia menghampiri mereka.

            “Apa yang terjadi wahai penduduk desa yang kucintai?”

            “Kami ingin meminta pertanggung jawabanmu Peri Bunga. Tadi pagi, anak Sang Ibu mati setelah meminum ramuan bunga Lily yang kau berikan,” jawab salah seorang di antara mereka.

            Alangkah terkejutnya Sang Peri. “Demi Tuhan, aku tak pernah berniat membunuhnya. Semua ramuan yang kubuat bukanlah ramuan mematikan. Mungkin ramuan itu telah tertukar..”

            “Jangan banyak alasan kau, sekarang apa yang bisa kau buktikan jika kau tidak berniat meracuninya!” seorang penduduk tersulut emosi.

            Sang Peri menjawab, “Baik akan kubuktikan. Aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku. Jika aku terbukti bersalah, maka aku akan menghilang. Tapi, jika aku terbukti tidak bersalah. Aku akan berubah menjadi bunga Lily. Selamanya..”

            Tiba-tiba Sang Ibu berteriak, “Jangan lakukan itu, Peri. Aku percaya padamu, anakku mati mungkin karena sudah waktunya!”

            Peri Bunga menggeleng lemah. “Tidak, Bu. Aku harus melakukannya. Buat apa aku tetap hidup di tengah penduduk yang sudah tidak percaya lagi padaku.”

            Kemudian tanpa bisa dicegah, Peri bunga mengeluarkan sinar yang sangat menyilaukan mata. Berputar-putar dengan indah, kemudian berganti menjadi sekuntum bunga Lily yang sangat indah. Berwarna keemasan. Sang Ibu menangisi kepergian Peri Bunga. Begitu pula penduduk desa, mereka telah kehilangan Peri Bunga. Bukan saat ini saja, tapi untuk selama-lamanya.

*

            Suatu hari, jika kau melintasi Padang lily, melintaslah kau ke tengah sana. Di sana ada sekuntum Lily yang tak pernah mati, berwarna keemasan. Ya, ia adalah jelmaan dari Peri Bunga. Peri yang cantik dan baik hatinya. Yang memilih pergi untuk mengungkap kebenaran.

 

Advertisements